Duka Pilu Rohingya

Source : CNN indonesia

Dunia saat ini masih dirundung kesedihan mendalam tentang kasus genosida yang menimpa etnis Rohingya khususnya pemeluk agama Islam. Kekerasan serta penyerbuan yang dilakukan oleh militer Myanmar ke provinsi Rakhine tak sedikit memakan korban jiwa. Konflik antara muslim Rohingya dan mayoritas penduduk Buddhis membuat ribuan warga Rohingya pun terpaksa mengungsi ke Bangladesh demi menghindari semakin banyaknya korban jiwa.

Dampak dari konflik tersebut adalah banyak anak yang terpisah dari orang tua mereka, pengungsi di perbatasan kekurangan bahan makanan dan air dikarenakan jumlah bantuan yang masuk tidak sebanding dengan jumlah pengungsi yang datang ke Bangladesh. Kondisi tersebut mengakibatkan kelaparan dan dehidrasi sehingga mengancam jiwa para pengungsi. 

Source : sindonews.com 

Operasi yang dilakukan oleh militer Myanmar menewaskan ratusan orang termasuk warga sipil. Aparat keamanan yang mengepung desa-desa Rohingya melakukan penembakan secara membabi buta. Dilaporkan bahwa tentara dan warga sipil kerap kali membakar jasad korban guna menutupi kejahatan genosida terhadap etnis minoritas muslim Rohingya. 

Apakah yang sebenarnya menjadi latar belakang pemicu konflik tersebut?  Dilansir dari laman BBC Indonesia, selain sisi agama dalam konflik itu, terdapat juga ketegangan antaretnis dan ekonomi. Komunitas Rakhine merasa terdiskriminasi secara budaya, terekspolitasi secara ekonomi, dan terpinggirkan oleh pemerintah pusat yang didominasi oleh etnis Burma. Dalam situasi tersebut, etnis Rohingya dianggap sebagai pesaing dalam perebutan sumber daya.

Masyarakat dunia pun menyoroti tentang sikap Aung San Suu Kyi sebagai pemenang Nobel Perdamaian sekaligus pemimpin de facto Myanmar. Sikap Aung San Suu Kyi dikecam karena tidak mengeluarkan pernyataan ataupun melindungi minoritas muslim Rohingya. 

Di Indonesia, berbagai elemen masyarakat mendesak pemerintah untuk turun tangan mengatasi kekerasan terhadap minoritas muslim Rohingya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara anggota ASEAN diharapkan bersikap tegas terhadap pemerintah Myanmar. 

Penolakan Myanmar terhadap Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan PBB dengan anggapan akan semakin memperuncing konflik yang terjadi. Pernyataan Aung San Suu Kyi mengenai penolakan tersebut memperburuk reputasinya. PBB mendesak pihak berwenang Myanmar untuk melindungi semua warga sipil tanpa pengecualian. Seharusnya sebagai pemimpin serta pemenang Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi mampu menjadi sebagai penengah serta melindungi korban dari konflik tersebut.

Komentar

  1. Semoga konflik rohingya terselesaikan dan mereka mendapatkan hak yang sama seperti manusia lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin 🙏 semoga cepat ada tindakan untuk menghentikan konflik ini

      Hapus
  2. Semoga cepet selesai deh masalahnya. Mampir juga yaa ke blog gw

    BalasHapus
  3. Bagus artikelnya, penjelasannya thorough, ngebantu banget but tugas sekolah saya, makasih min!

    BalasHapus
  4. Mari berdoa bagi mereka ��

    BalasHapus
  5. Semoga menemukan solusi terbaik🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin amin
      Semoga tidak ada konflik seperti ini lagi

      Hapus
  6. Tulisannya sudah bagus, cukup mudah dipahami sehingga pembaca dapat dengan mudah mengerti apa yang dituliskan oleh penulis.. Semoga masalah tersebut dapat dengan cepat terselesaikan.

    BalasHapus
  7. Semoga konflik rohingya segera berakhir, dan Allah swt memberikan tempat, surga terbaik bagi para korban. Amiin

    BalasHapus
  8. Sungguh biadab perlakuan terhadap etnis rakhine di rohingya, mari saling mendoakan untuk saudara kita ALLAHUAKBAR!!!!!

    BalasHapus
  9. Semoga konflik yang terjadi bisa cepat selesai, dan para pengungsi bisa mendapat tempat dan fasilitas yang layak. Amin

    BalasHapus
  10. Pernyatan dari pihak pemerintah myanmar sendiri yg menyatakan bahwa penyerbuan desa-desa penduduk rohingya untuk menangkap pemberontak sebaiknya juga di muat untuk menambah sudut pandang dari tragedi yg terjadi

    BalasHapus
  11. Sungguh memilukan. Semoga ada titik terang untuk bangsa Rohingya selanjutnya aamiin

    BalasHapus
  12. Semoga para korban segera mendapatkan haknya selayaknya manusia lainn aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga bisa cepat menemukan titik terang

      Hapus
  13. Semoga cepat selesai permasalahan ini

    BalasHapus
  14. Wah saya baru tau kalau beritanya seserius ini. Semoga tulisannya sampai ke telinga pihak yang terkait, agar kasus segera ditindaklanjuti. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga cepat selesai juga konflik di sana 🙏

      Hapus
  15. semoga konflik rohingya dapat terselaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin amin 🙏 terimakasih sudah mampir ke blogku

      Hapus
  16. Kita doakan saja yg terbaik, dan semoga konflik rohingya cepat terselesaikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Terang (Part 3)

Yuk, Segera Tukarkan KMT Lamamu!

Seru-Seruan Bareng Xiaomi dan MiFans Bekasi