Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Duka Pilu Rohingya

Gambar
Source : CNN indonesia Dunia saat ini masih dirundung kesedihan mendalam tentang kasus genosida yang menimpa etnis Rohingya khususnya pemeluk agama Islam. Kekerasan serta penyerbuan yang dilakukan oleh militer Myanmar ke provinsi Rakhine tak sedikit memakan korban jiwa. Konflik antara muslim Rohingya dan mayoritas penduduk Buddhis membuat ribuan warga Rohingya pun terpaksa mengungsi ke Bangladesh demi menghindari semakin banyaknya korban jiwa. Dampak dari konflik tersebut adalah banyak anak yang terpisah dari orang tua mereka, pengungsi di perbatasan kekurangan bahan makanan dan air dikarenakan jumlah bantuan yang masuk tidak sebanding dengan jumlah pengungsi yang datang ke Bangladesh. Kondisi tersebut mengakibatkan kelaparan dan dehidrasi sehingga mengancam jiwa para pengungsi.  Source : sindonews.com  Operasi yang dilakukan oleh militer Myanmar menewaskan ratusan orang termasuk warga sipil. Aparat keamanan yang mengepung desa-desa Rohingya melakukan pene...

Desas-Desus di Balik Promosi Jabatan

Gambar
Source : Google Image Vonis 2 tahun kurungan penjara pada kasus yang menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menarik perhatian publik. Di tengah perseteruan antara kelompok pro dan kontra mengenai putusan tersebut, terdapat berita tentang promosi jabatan 3 dari 5 hakim yang menangani kasus di atas mendapat sorotan dari masyarakat maupun media.  Adapun ketiga hakim itu adalah ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto serta hakim anggota Abdul Rosyad dan Jupriyadi. Kurangnya transparansi mengenai prosedur yang berlaku dan track record ketiga hakim tersebut memang patut membuat semua pihak mencurigai promosi jabatan yang diberikan oleh Mahkamah Agung (MA). Komisi Yudisial (KY) pun mempertanyakan hal tersebut apakah sudah sesuai dengan syarat formil pada SK KMA No. 139/KMA/SK/VIII/2013.  Semakin santer desas-desus kejanggalan diskresi tersebut yang bertepatan selang satu hari pasca pembacaan putusan dengan vonis yang memberatkan Ahok, menimbulkan berbagai po...

Titik Terang (Part 4)

Gambar
Sore hari pun tiba. Aku bersiap untuk menyusuri jalanan tempat anak itu biasa berjualan saat sore hari. Namun, aku tidak melihatnya di tempat biasa ia berjualan. Source :Google images   Aku pun terus mengayunkan kaki menyusuri jalan menuju area parkir di kompleks pertokoan dan menemukan anak itu sedang melayani beberapa pembeli gorengan. Ternyata dia pindah jualan kesini ya, batinku.  Saat hendak kuhampiri, ternyata dagangan anak itu hanya tersisa sedikit sekali dan sedang bersiap untuk pulang. Tanpa diduga, datanglah 2 orang laki-laki berotot dan berbadan besar dengan tato di kedua lengannya. Aku tidak tahu apa yang anak itu dan kedua laki-laki itu bicarakan, tetapi tak lama berselang, anak itu membungkus sisa gorengan yang ada dan memberikan uang kepada kedua pria itu.  Keesokan harinya, dosen di kelas pun izin karena ada diklat di luar kota. Beliau menitip pesan tentang tugas yang harus dikumpulkan 2 minggu lagi. Tugas yang biasanya dikerjakan ber...

Takjilmu, Kesehatanmu

Gambar
Source : Google images   Ramadan merupakan bulan yang amat dinanti umat Muslim di seluruh belahan dunia. Tak terkecuali di Indonesia, masyarakat muslim dengan semangat menjalankan berbagai amalan ibadah, seperti salat, bersedekah, tadarus, dan berpuasa. Puasa -- menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Ibadah puasa sendiri, identik dengan tradisi ngabuburit atau menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbuka puasa. Budaya Ngabuburit dan Takjil   Selain untuk menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbuka puasa, ngabuburit menjadi kegiatan masyarakat untuk membeli hidangan berbuka puasa atau yang biasa disebut takjil. Saya mengamati pada bulan Ramadan, menjamurnya keberadaan pedagang takjil menimbulkan kemacetan karena letaknya yang berada di pinggir jalan serta hiruk-pikuk orang yang beramai-ramai m...

Titik Terang (Part 3)

Gambar
Aku bergegas turun dan mengambil motorku, mengembalikan tiket parkir ke pos satpam yang mencatat motorku yang klasik sudah terparkir selama 8,5 jam dan langsung tancap gas kembali ke kerajaan dimana aku bisa tidur bebas dengan celana pendek dan baju oblong longgar kebanggaanku. Kost sweet kost. *** Langit menunjukkan semburat senja, burung sudah tak lagi di kabel listrik melainkan di dahan pepohonan. Pintu kamar aku buka membiarkan cahaya dan angin Depok sore hari bersinggah di dalam kamar berukuran 3x3 meter ini. "Sudah mau maghrib ya, ngabuburit deh biar dikira puasa," motivasiku untuk keluar dari ruangan tanpa kamar mandi di dalam ruangan dan tv. Aku berjalan menyusuri jalanan penuh dengan penjual makanan dan minuman, entah makanan khas dari daerah mana saja, semuanya lengkap di deretan jalan dekat kostku. Ya, tujuanku blusukan, sekadar mencari sesuatu yang manis.  "Kuberjalan terus tanpa henti", itu mungkin yg Nidji akan katakan saat bingung me...