Takjilmu, Kesehatanmu
| Source : Google images |
Ramadan merupakan bulan yang amat dinanti umat Muslim di seluruh belahan dunia. Tak terkecuali di Indonesia, masyarakat muslim dengan semangat menjalankan berbagai amalan ibadah, seperti salat, bersedekah, tadarus, dan berpuasa.
Puasa -- menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Ibadah puasa sendiri, identik dengan tradisi ngabuburit atau menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Budaya Ngabuburit dan Takjil
Selain untuk menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbuka puasa, ngabuburit menjadi kegiatan masyarakat untuk membeli hidangan berbuka puasa atau yang biasa disebut takjil. Saya mengamati pada bulan Ramadan, menjamurnya keberadaan pedagang takjil menimbulkan kemacetan karena letaknya yang berada di pinggir jalan serta hiruk-pikuk orang yang beramai-ramai membeli. Namun, disitulah keistimewaan suasana yang tak dapat ditemukan pada bulan lain.
Beragam kuliner yang dijajakan para pedagang, seperti es buah, kolak, gorengan, kue, maupun nasi dan lauk-pauk. Serta minuman seperti es teh, minuman bersoda, dan air mineral dingin sangat menggoda untuk diminum saat berbuka karena rasa haus ditenggorokan.
Namun, apakah semua kuliner tersebut baik untuk santapan berbuka puasa? Menurut Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Fifi Dwijayanti,S.K.M, saat berbuka sebaiknya dengan minuman yang manis, misalnya teh manis atau buah kurma yang memiliki tingkat gula dan serat tinggi, serta tidak minum soda, minuman yang terlalu dingin, dan makanan yang terlalu pedas.
Bagaimana Dampaknya Untuk Kesehatan?
Menurut survei yang saya buat pada 30 responden mengenai menu makanan saat berbuka puasa, yaitu 8 orang memilih gorengan, 6 orang memilih buah potong, 5 orang memilih nasi dan lauk-pauk, 4 orang memilih kurma, dan 4 orang memilih kue manis.
Dengan kata lain, orang lebih memilih gorengan untuk menu berbuka puasa. Lalu, apakah ada dampaknya bagi kesehatan? “Kalau gorengan tidak menggunakan minyak yang murni, itu akan menyebabkan sakit tenggorokan. Karena saat puasa kondisi puasa tenggorokan kering, kalau langsung gorengan itu akan meninggalkan bekas minyak di tenggorokan sehingga bisa menyebabkan radang,” ujar Fifi.
Ia pun menyarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan berat, seperti nasi atau mie karena sistem pencernaan yang awalnya kosong akan kaget menerima makanan jenis tersebut.
Buah dapat menjadi pilihan untuk menu berbuka puasa.
Lalu, buah apakah yang dianjurkan? “Buah yang manis dan banyak serat seperti pepaya, melon, dan pisang. Buah yang perlu dihindari adalah buah yang asam dan mengandung gas seperti lemon, jeruk asam, dan semangka,” jelas Fifi.
Pada survei minuman untuk berbuka puasa menghasilkan 9 orang memilih air mineral dingin, 8 orang memilih teh manis hangat, 6 orang memilih es buah, 5 orang memilih air mineral hangat, dan 2 orang memilih es teh manis. Minuman dengan suhu dingin, kurang dianjurkan untuk berbuka puasa.
“Saat berpuasa produksi gas lambung akan meningkat dan suhu tubuh juga meningkat, jika minum dingin pertama kali saat berbuka puasa, tubuh akan kaget dan akan menyebabkan kembung. Oleh karena itu, disarankan untuk minuman hangat atau yang suhunya biasa,” ujar Fifi.
Kondisi Tubuh Saat Berpuasa
Kondisi tubuh yang berpuasa tentu berubah secara signifikan dibanding tidak berpuasa. Tubuh akan mengalami penurunan jumlah kadar gula dalam tubuh yang mengakibatkan lemas, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan manis saat berbuka untuk menstabilkannya. Selain kadar gula yang menurun, cairan dalam tubuh otomatis akan berkurang sehingga orang yang aktif tentu akan lebih cepat mengalami dehidrasi.
Dilansir dari laman http://health.detik.com/healtypedia/50-fakta-kondisi-tubuh-saat-berpuasa , kurangnya cairan tubuh membuat kelenjar ludah tidak menghasilkan air liur sehingga rongga mulut menjadi kering dan munculnya masalah bau mulut. Untuk itu disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung air.
Pada dasarnya, berpuasa adalah kegiatan yang menyehatkan tidak hanya untuk tubuh, namun juga untuk pikiran. Dengan memilih menu makanan dan minuman yang tepat, maka puasa bukanlah suatu penghalang untuk terus beraktivitas.
Semua kembali lagi kepada masing-masing individu yang menjalankan dan mengatur pola makan saat berpuasa. (NAP)
Good
BalasHapus